header-int

Sejarah Ilmu Gizi

Posted by : Administrator
Share

isi Sejarah Ilmu Gizi

 

Sejarah  pendirian UNUSU sudah dimulai sejak September 1960 dengan mendirikan Sekolah Persiapan Perguruan Tinggi Agama Islam Tapanuli Selatan. Sekolah tinggi ini dipimpin oleh ulama dan tokoh NU, yakni Syekh Ali Hasan Ahmad sebagai Dekan, Hasan Basri Batubara sebagai Wakil Dekan dan Abu Syofyan sebagai Sekretaris. Perkuliahan sementara dilaksanakan di gedung SMP Negeri II Kota Padangsidempuan saat ini. Sekolah tinggi ini hanya berjalan selama 10 bulan karena kekurangan dana dan kesulitan lainnya.

Pada tahun 1962 didirikanlah Yayasan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PERTINU) dengan Akte Notaris Rusli di Medan. Kegiatan Yayasan ini pertama sekali membuka Fakultas Syari’ah, kemudian disusul dengan pembukaan Fakultas Tarbiyah pada tahun 1963 dan Fakultas Ushuluddin pada tahun 1965. Dekan pertama Fakultas Ushuluddin ini adalah seorang ulama NU Sumatera Utara al-Ustadz Arsyad Siregar sedangkan kegiatan perkuliahan dimulai pada bulan Oktober 1965 dengan jumlah mahasiswa 7 orang. Sarana dan fasilitas perkuliahan masih menompang di gedung SMPN 11 Padang Sidempuan dan kantor sekretariat di rumah Syekh Ali Hasan Ahmad, salah satu pengurus Yayasan PERTINU.

Setelah PERTINU mendirikan tiga fakultas, kalangan Pengurus NU Tapanuli Selatan meningkatkan status perguruan tinggi yang diasuhnya dari perguruan tinggi Islam menjadi universitas. Lalu dibentuklah Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Utara (disingkat UNUSU) di bawah yayasan baru bernama Yayasan UNUSU. Rektor Pertama UNUSU adalah Syekh Ali Hasan Ahmad.

Selanjutnya tahun 1967 Yayasan UNUSU atas desakan masyarakat dan pemerintah Sumatera Utara diajukan sebagai bagian syarat pendirian IAIN Sumatera. Berdasarkan SK Menteri Agama Nomor: 110 Tahun 1968 Fakultas Tarbiyah UNUSU resmi menjadi Fakultas Tarbiyah Cabang IAIN Imam Bonjol Padang. Keberhasilan menegerikan Fakultas Tarbiyah, kemudian Yayasan UNUSU juga didorong untuk mengusulkan penegerian Fakultas Ushuluddinnya dan kemudian disetujui oleh Menteri Agama dengan SK Nomor: 193 Tahun 1970 dengan perubahan status menjadi Fakultas Ushuluddin IAIN Imam Bonjol Cabang Padangsidempuan. Pada upacara peresmiannya 24 September 1970. Al-Ustadz Arsyad Siregar ditunjuk sebagai Pejabat Dekan.

Usaha perubahan UNUSU menjadi IAIN-SU ini terus dilaksanakan tidak hanya di Padangsidempuan, tapi juga dilakukan di Medan sebagai ibukota Provinsi Sumatera Utara, sebab syarat pendirian IAIN-SU tidak bisa hanya dengan pembukaan 2 (dua) fakultas saja, harus ada minimal 3 (tiga) fakultas.

Tahun 1967 di kota Medan juga sudah berdiri perguruan tinggi Nahdlatul Ulama dikelola oleh Yayasan KH. Zainul Arifin (tokoh NU/Pahlawan Nasional yang berasal dari Barus, Tapanuli Tengah) yang membuka Fakultas Syariah di Jalan Meranti No. 1 Medan. Fakultas Syariah ini akhirnya digabungkan dengan kedua fakultas milik NU yang berasal dari Padangsidempuan. Perkuliahan pertama kali dilakukan di kampus Yayasan KH. Zainul Arifin ini. Pimpinan Fakultas Syariah ini terdiri dari ulama dan tokoh NU Sumatera Utara masa itu, yaitu Dekan: H. T. Yafizham, SH dan Syekh Afifuddin Langkat. Demikianlah sejarah singkat IAIN-SU sebagai transformasi dari UNUSU.

Sebagai dampak diserahkannya beberapa fakultas UNUSU menjadi bagian IAIN-SU pada tahun 1973 mengakibatkan hilangnya UNUSU sebagai sebuah lembaga pendidikan tinggi NU di Sumatera Utara hingga tahun 2014.

Bertolak dari program kerja Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sumatera Utara yakni mendirikan sebuah Perguruan Tinggi NU bernama UNUSU kembali, PBNU melalui Ketua Umum saat itu KH. Said Aqil Siradj menyampaikan kepada Ketua PWNU Sumatera Utara H. Ashari Tambunan beserta Wakil Ketua, Upar Pulungan agar segera membentuk tim pendirian UNU (Universitas Nahdlatul Ulama) di Sumatera Utara. Atas petunjuk PBNU tersebut, tahun 2010 ditunjuk beberapa orang pengurus wilayah yang bertugas segera merealisasikan pendirian UNUSU tersebut.

Puncaknya tanggal 10 Maret 2014 PWNU Sumatera Utara membentuk Panitia Persiapan Pendirian UNUSU yang baru pada tanggal 10 Maret 2014 mengeluarkan Surat Tugas Nomor. 27/A-1.03/III/2014 dengan susunan tim: H. Takbir Siregar (Ketua), H. Mhd. Hatta Siregar (Wakil Ketua), H. Khairuddin Hutasuhut (Sekretaris), Abrar M. Dawud Faza (Wakil Sekretaris), dan Anggota-anggota terdiri dari H. Masdulhaq Siregar, H. Musaddad Lubis dan H. Misran Sihaloho.

Salah satu persyaratan administrasi dan penting dijadikan dasar pengurusan izin UNUSU terkait dengan kerjasama dengan Yayasan Fathih Az-Zahra, dimana yayasan ini sebelumnya akan mendirikan Sekolah Tinggi Kesehatan NU namun diharuskan berintegrasi dengan badan hukum perkumpulan NU dahulu karena saat itu pendirian program studi Keperawatan dan Kebidanan sedang dalam kondisi dimoratorium oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kemudian Yayasan Fathih Az-Zahra melalui H. Masdulhag Siregar, yang juga pengurus NU Sumut ini, memberikan bantuan dengan dijadikannya lahan, gedung dan sarana prasarana lainnya menjadi bahagian pengusulan izin pendirian UNUSU.

Dalam pengurusan izin operasional Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Utara mengajukan 2 (dua) lokasi kampus, yakni kampus I terletak di Jln. Perjuangan No. 215, Dusun I-B, Desa Tanjung Selamat Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang dengan luas bangunan mencapai 2.000 m2 dan luas lahan mencapai 17.000 m2 atas kerjasama PWNU Sumut dengan Yayasan Fathih Az-Zahra; di mana lahan dan bangunan merupakan milik Yayasan Fathih Az-Zahra.

Sementara yang dijadikan sebagai kampus II adalah komplek sekolah-sekolah Nahdlatul Ulama di Jl.H.A. Manaf No. 2/ Gaperta Ujung, Tanjung Gusta, Medan Helvetia. Selanjutnya direncanakan akan dibangun gedung kampus baru untuk dijadikan sarana perkuliahan terpadu (grand campus) di Desa Sena, Kecamatan Batang Kuis, Deli Serdang. Di samping itu PWNU Sumut juga memiliki asset tanah lainnya sebagaimana berikut ini:

Tabel 2.1. Asset Berupa Lahan/Tanah Milik PWNU Sumut

No.

Alamat

No. Surat Tanah

L. Tanah (m2)

1

Jalan H.A. Manaf Lubis, Tj. Gusta

21183/A/I/9

7.800

2

Desa Sena, Batang Kuis

377/BK/DS/1997

49.135,5

3

Desa Medan Estate, Jl. Kolam

590/861/K/1993

10.650

 

Pada tanggal 16 Maret 2014 sesuai surat Badan Pengelola dan Penyelenggara UNUSU No. 2/A.1/09/III/2014 yang ditandatangani oleh H. Ashari Tambunan dan H. Misran Sihaloho sebagai Ketua dan Sekretaris, UNUSU mengajukan permohonan izin operasional UNUSU kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan R.I. di Jakarta.

Pada tanggal 10-11 Oktober 2014 dilakukan uji kelayakan proposal oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Hotel Grand Metro, Jakarta. Kegiatan tersebut dihadiri oleh H. Takbir Siregar, Prof. Dr. Katimin, H. Mhd. Hatta Siregar, H. Masdulhaq Siregar dan Abrar M. Dawud Faza. Dalam kegiatan tersebut presentasi kelayakan usulan pendirian UNUSU disampaikan oleh Prof. Dr. Katimin sebagai Rektor UNUSU.

Pada tanggal 27 Oktober 2014 dikeluarkan izin operasional UNUSU dengan SK. No. 576/E/O/2014 tertanggal untuk 10 prodi (PGSD/S-1, Manajemen/S-1, Ilmu Komputer/S-1, Teknik Informatika/S-1, Sistem Informasi/S-1, Budidaya Pertanian/S-1, Ilmu dan Teknologi Pangan/S-1, Agribisnis/S-1, Gizi/S-1, dan Analis Kesehatan/D-3), diberikan oleh DIKTI Prof. Hermawan Kresno Dipojono melalui Ketum PBNU KH. Said Aqil Sirodj kepada UNUSU yang diwakili oleh H. Masdulhag Siregar dan Abrar M. Dawud di kantor DIKTI Senayan Jakarta dan kantor PBNU Kramat Raya, Jakarta, pada tanggal 10 April 2015.

Penerimaan mahasiswa baru perdana dilakukan pada bulan berikutnya, Mei 2015 untuk Tahun Akademik 2015/2016, meskipun sebenarnya izin pendirian tertulis 27 Oktober 2014. Pada tahun akademik pertama ini UNUSU telah menerima pendaftaran mahasiswa berjumlah 70 orang, 2 diantaranya merupakan mahasiswa Program Studi Ilmu Gizi.

Program Studi Ilmu Gizi UNUSU yang di dalamnya terdapat aktivitas pendidikan komunikasi, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, akan dapat berfungsi secara maksimal, apabila didukung sarana dan prasarana yang memadai, sumberdaya manusia komunikasi yang handal, dukungan dana yang cukup, manajemen yang baik, dan terjalinnya kerjasama dengan stakeholders atau institusi lain. Kondisi ideal inilah yang memungkinkan Program Studi Ilmu Gizi UNUSU akan mampu melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi sebagai ahli komunikasi dan peneliti yang memiliki wawasan luas ke depan.

Unidha Semoga universitas ini menjadi tonggak kebangkitan pendidikan nahdliyyin Sumut khususnya dan bangsa pada umumnya. Dengan demikian UNUSU mulai menerima mahasiswa/i baru TA 2015/2016 dengan mahasiswa terdaftar 72 orang dan pada TA 2016/2017 menerima 202 orang mahasiswa. Semoga di TA 2017/2018 dapat lebih meningkat sesuai harapan yang dicita-citakan bersama, amin.
© 2019 Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Utara
Jalan H. A. Manaf Lubis No.2, Helvetia, Medan | Telp: (061) 8006202
Follow Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Utara : Facebook Twitter Linked Youtube